Showing posts with label socmed. Show all posts
Showing posts with label socmed. Show all posts

Tuesday, September 12, 2017

Tips Trik Ludo Star

 

Belakangan ini kami gandrung bermain game online, Ludo. Ya, Ludo! Boardgame sederhana ini entah mengapa jadi candu saat berevolusi menjadi game online. Padahal banyak game online lain yang sebenarnya lebih futuristis, tengoklah COC atau Hayday yang lebih dulu saya mainkan, lalu tinggalkan. Entahlah, kadang game sederhana bisa jadi candu, masih ingat dengan Flappy Bird

Permainan ludo adalah permainan masa kecil saya, sekitar tahun 90-an saat game online belum lahir. Interaksi sosial saat itu masih giat-giatnya, maklum kita harus saling bertemu langsung untuk bermain  bersama. Bisa dibayangkan keseruan saat main Ludo offline, saling menendang, ada yang main curang, atau membodoh-bodohi lawan dengan peraturan dadakan demi satu tujuan, kemenangan! Intensitas ngeLudo meningkat saat bulan puasa tiba, main Ludo sama sepupu-sepupu sambil ngabuburit. Sungguh seru bukan?!


Kembali ke Ludo online, awalnya kami main Ludo King, namun karena kurang interaktif belakangan kami main Ludo Star. Ludo Star lebih interaktif, para pemain dapat berinteraksi dengan saling menulis chat yang tidak didapati di Ludo King. Awalnya kebanyakan pemain Ludo King berasal dari India dan Pakistan, mungkin karena asal-muasal permainan Ludo dari permainan Pachisi di India. 

 
 Trik mendapat dadu 6

Aturan permainan di versi online tentu saja sudah baku, tidak ada yang bisa bermain curang. Kecuali mungkin dadu yang keluar hasil acakan komputer yang bisa saja berpihak ke salah satu pemain. Berbeda dengan versi offline yang memang mengandalkan keberuntungan kocokan dadu. Sebagai contoh di Ludo Star, ada trik untuk mendapatkan angka dadu 6 dengan menekan tombol kocok dadu selama 1 detik peluang mendapatkan angka dadu 6 bisa mencapai 70%, ini berdasarkan pengalaman saya. Kalau ingin mendapatkan angka dadu 1, tekan tombol kocok dadu selama 3 detik, demikian juga dengan angka-angka dadu yang lain bisa dipelajari berdasarkan pengalaman. 

Penggunaan Gems 

Yang menjadi permasalahan adalah adanya sistem penggunaan gems, dadu bisa diubah dengan membayar sejumlah gems, satu kali permainan bisa menggunakan gems sebanyak 5 kali (belakangan 7 kali) dengan tingkatan penggunaan gems berdasarkan deret ukur, penggunaan gems pertama adalah 2, selanjutnya 6, kemudian meningkat lagi hingga batas 7 kali penggunaan gems. Gems ini bisa didapatkan dengan membeli langsung, atau memenangkan kejuaraan Liga, atau diberikan oleh teman lewat Facebook. Bisa dibanyangkan bagaimana timpangnya permainan antara si kaya dengan si miskin, para pemenang adalah yang memiliki banyak gems, kasihanlah saya yang tak memiliki Facebook. 

 
Taruhan dan Variasi permainan
 
Mungkin selain karena interaktif, ada unsur “judi” di permainan Ludo online. Para pemain harus memasang taruhan untuk dapat memulai permainan. Taruhannya pun berbentuk “koin virtual” disebut gold. Pemenang akan mendapatkan seluruh taruhan yang dipasang pemain lain. Lama kelamaan taruhan akan semakin banyak, nah mungkin disitulah letak candunya. Para pemain yang kalah akan terus bermain dan memasang taruhan, niat awalnya hingga gold modalnya kembali, namun keterusan hingga niatnya meningkat menjadi mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Awalnya saya susah payah mengumpulkan gold dengan menonton iklan yang berupah 2,5 K, sangat berat karena hasil keringat tersebut terus tergerus karena kalah.secara beruntun. 

Liga Ludo Star 

Agar tak ngambek, saya sempat “diberi” gold oleh Sar dengan bermain privat dan Sar mengalah, begitulah modus operandi transfer gold. Sempat mencapai angka 3 M, gold saya kembali terjun ke titik terendah 5 K. Mari kerja keras lagi. Sempat saya googling tentang permainan Ludo ini, katanya ada hadist yang mengharamkan Ludo, catur, dan permainan papan lainnya, termasuk permainan onlinenya karena dekat dengan unsur judi dan melalaikan beribadah mengingat Allah. Akankah main Ludo saya kurangi atau malah berhenti? Entahlah. Selain anggapan haram tersebut, sisi negatif bermain Ludo adalah menguras baterei ponsel, ponsel cepat panas, bisa jadi merusak ponsel. Sisi baiknya? Karena keseringan bermain sebagai tim, kami bisa saling berinteraksi di sela-sela kesibukan masing-masing.

Tuesday, March 14, 2017

Patung Harimau bahagia, lucu nan menggemaskan




Sudahkah Anda tertawa bahagia hari ini?

Beberapa hari ini viral di media sosial soal patung Harimau bahagia di depan Markas Koramil Cisewu, penampakannya pada foto di atas.

Hati siapa yang tak tersentuh melihat penampakan Harimau seperti ini? Sayapun sempat ketawa ngakak guling-guling melihatnya, jauh dari kesan sangar dan gahar, yang ada malah lucu dan menggemaskan dengan mulut super lebar seakan tersenyum penuh kebahagiaan. Padahal, mungkin sang pembuat patung diberi orderan agar patung Harimau tampak seram mirip dengan aslinya. Mungkin sang pematung terburu-buru membuat patung karena diberi deadline kontrak kerja. Atau mungkin sang pematung sangat bahagia saat membuat patung ini. Atau mungkin bukan pematung profesional yang membuatnya, tapi pelukis. Atau mungkin-mungkin yang lain.



Karena patung ini, saya pun mencari patung-patung Harimau lucu yang lain, dan inilah hasilnya


Saya ngakak guling-guling untuk kedua kalinya.

Ternyata memang sulit membuat patung Harimau yang mirip aslinya seperti ini.


Ataupun patung Macan di Taman Macan Makassar seperti ini.



Untuk diketahui, Macan dijadikan simbol untuk Kodam Siliwangi sehingga tak heran mayoritas di satuan Kodam SIliwangi memasang patung yang "berbentuk" harimau. Makanya, patung Harimau di depan Markas Kodam Siliwangi pun tampak keren dan gagah.


Namun (mungkin) karena jadi bahan pergunjingan, patung Harimau Bahagia di depan Koramil Cisewu akhirnya dibongkar.


Kasihan juga patungnya dihancurkan begitu. Padahal di hati kecil, saya sepakat kalau patung Harimau tetap demikian (bahagia) adanya. Masyarakat yang lewat akan tetap terhibur dan menjauhkan Om-om tentara dari cap sangar dan arogan. Atau bagaimanakah?




Thursday, February 11, 2016

Hoax di Media Sosial Kita



Kalau ada pesan hoax, cerdaslah sedikit, acuhkan saja...

Entah berapa banyak pesan broadcast yang beredar di dunia maya. Banyak pastinya. Dari seluruhnya, tak sedikit yang berisi pesan hoax. Berita palsu.

Mungkin banyak penerima hoax yang "terpaksa" meneruskan isi pesan tanpa cek dan ricek (tabayyun) terlebih dahulu. Menilik dari "ancaman" yang ditujukan bagi yang tidak mengindahkan isi pesan, saya yakin banyak yang kemudian meneruskan isi pesan dengan membabi buta. Siapa yang mau dibenci orang tanpa sebab? Siapa yang mau kena sial (sampai usia hampir setengah abad) tanpa alasan jelas? Siapa yang mau kelaminnya membusuk? Tidak ada! Masalahnya, si pengirim pesan sudah bersumpah serapah atas nama Tuhannya agar si penerima pesan meneruskan pesan hoax tersebut. Walaupun ke-hoax-annya sudah tampak pada isi pesan. Mana ada jumlah penduduk bumi 1000 milyar?





Mungkin meneruskan pesan hoax seperti ini dianggap sepele, tiba-tiba hadir saja di private message tanpa pertanggungan jawab si pengirim. Daripada celaka (karena sudah dilabeli sumpah), mending diteruskan. Padahal sebenarnya meneruskan pesan demikian lebih banyak mudharatnya dibandingkan kebaikannya. Bukankah sudah jelas dalam kitab suci Al-Quran bahwa kita sangat dilarang meneruskan berita yang tidak kita ketahui kebenarannya? Mungkin demikian juga dengan kitab suci yang lain.

Entah apa tujuan si pengirim pesan yang paling awal. Mungkin iseng saja. Taruhlah ceritanya begini. Saya sebagai pencipta pesan meneruskan ke seluruh kontak. Broadcast messages. Saya mau agar pesan ini sampai ke seluruh pengguna jejaring sosial. Saya ingin mengukur sampai kapan pesan tersebut sampai kembali ke saya, apakah ada perubahan isi pesan? Tujuan iseng yang benar-benar iseng. Buang waktu cari sibuk. Beda ceritanya bila pesan tersebut bisa menaikkan traffik kunjungan ke sebuah alamat situs. Ujung-ujungnya berkaitan dengan iklan yang berarti penghasilan bagi si pencipta pesan. Bagaimana dengan kasus seperti ini yang masuk ke pesan pribadi tanpa iklan? Pastinya sekedar iseng saja.
Kalau sekedar iseng sebenarnya tak terlalu masalah, namun bagaimana jika isi pesan provokatif dan menebar kebencian? Tentunya akan sangat mengganggu ketentraman bersama.

Lalu bagaimana seharusnya kita menyikapi pesan hoax seperti ini? Cueki saja, kalau bisa langsung hapus dan tak perlu dibaca dengan khusyuk apalagi dikhatamkan berulang-ulang.

Bagaimana dengan anda temans? Pernah dapat pesan hoax yang tak jelas juntrungannya? Anda teruskan atau acuhkan?