Showing posts with label curhat nda jelas. Show all posts
Showing posts with label curhat nda jelas. Show all posts

Thursday, March 22, 2018

Way down here without you



I've got a reason to be sad.
And I've got a reason to feel like I've been had.
But I would give most anything. to see you smile at me again.
I don't know (since you've gone)
I don't know (since you've been gone) what I'm supposed to do.
Way down here without you.
I don't know (since you've gone)
I don't know (since you've been gone) what I'm supposed to do
Way down here without you.
I know you won't be coming home.
And it makes me feel so afraid of the unknown.
But I would give most anything. to see you smile at me again.
I don't know (since you've gone)
I don't know (since you've been gone) what I'm supposed to do
Way down here without you.
I don't know (since you've gone)
I don't know (since you've been gone) what I'm supposed to do
Way down here without you.
You still mean a lot to me, yeah.
You still mean a lot to me.
More than a memory to me, yeah.
More than a memory to me.
 
 

Sunday, January 21, 2018

Boys Don't Cry



I would say I'm sorry
If I thought that it would change your mind
But I know that this time
I have said too much, been too unkind

I try to laugh about it
Cover it all up with lies
I try to laugh about it
Hiding the tears in my eyes
'Cause boys don't cry
Boys don't cry

I would break down at your feet
And beg forgiveness, plead with you
But I know that it's too late
And now there's nothing I can do

So I try to laugh about it
Cover it all up with lies
I try to laugh about it
Hiding the tears in my eyes
'Cause boys don't cry
Boys don't cry

I would tell you that I loved you
If I thought that you would stay
But I know that it's no use
That you've already gone away

Misjudged your limits
Pushed you too far
Took you for granted
I thought that you needed me more, more, more

Now I would do most anything
To get you back by my side
But I just keep on laughing
Hiding the tears in my eyes
'Cause boys don't cry
Boys don't cry
Boys don't cry

Tuesday, October 31, 2017

The Grouch



I was a young boy that had big plans
Now I'm just another shitty old man
I don't have fun and I hate everything
The world owes me, so fuck you
Glory days don't
Mean shit to me
I drank a six pack of apathy
Life's a bitch and so am I
The world owes me, so fuck you
Wasted youth and a fistful of ideals
I had a young and optimistic point of view
Wasted youth and a fistful of ideals
I had a young and optimistic point of view
I've decomposed, yet my gut's getting fat
Oh my god I'm turning out like my dad
I'm always rude
I've got a bad attitude
The world owes me, so fuck you
The wife's a nag and the kid's fucking up
I don't have sex 'cause I can't get it up
I'm just a grouch sitting on the couch
The world owes me, so fuck you




Penulis lagu: Billie Joe Armstrong / Frank E. / Iii Wright / Frank Edwin Wright Iii / Michael Pritchard / Mike Dirnt / Mike Ryan Pritchard / Tre Cool
Lirik The Grouch © Warner/Chappell Music, Inc

Tuesday, September 12, 2017

Tips Trik Ludo Star

 

Belakangan ini kami gandrung bermain game online, Ludo. Ya, Ludo! Boardgame sederhana ini entah mengapa jadi candu saat berevolusi menjadi game online. Padahal banyak game online lain yang sebenarnya lebih futuristis, tengoklah COC atau Hayday yang lebih dulu saya mainkan, lalu tinggalkan. Entahlah, kadang game sederhana bisa jadi candu, masih ingat dengan Flappy Bird

Permainan ludo adalah permainan masa kecil saya, sekitar tahun 90-an saat game online belum lahir. Interaksi sosial saat itu masih giat-giatnya, maklum kita harus saling bertemu langsung untuk bermain  bersama. Bisa dibayangkan keseruan saat main Ludo offline, saling menendang, ada yang main curang, atau membodoh-bodohi lawan dengan peraturan dadakan demi satu tujuan, kemenangan! Intensitas ngeLudo meningkat saat bulan puasa tiba, main Ludo sama sepupu-sepupu sambil ngabuburit. Sungguh seru bukan?!


Kembali ke Ludo online, awalnya kami main Ludo King, namun karena kurang interaktif belakangan kami main Ludo Star. Ludo Star lebih interaktif, para pemain dapat berinteraksi dengan saling menulis chat yang tidak didapati di Ludo King. Awalnya kebanyakan pemain Ludo King berasal dari India dan Pakistan, mungkin karena asal-muasal permainan Ludo dari permainan Pachisi di India. 

 
 Trik mendapat dadu 6

Aturan permainan di versi online tentu saja sudah baku, tidak ada yang bisa bermain curang. Kecuali mungkin dadu yang keluar hasil acakan komputer yang bisa saja berpihak ke salah satu pemain. Berbeda dengan versi offline yang memang mengandalkan keberuntungan kocokan dadu. Sebagai contoh di Ludo Star, ada trik untuk mendapatkan angka dadu 6 dengan menekan tombol kocok dadu selama 1 detik peluang mendapatkan angka dadu 6 bisa mencapai 70%, ini berdasarkan pengalaman saya. Kalau ingin mendapatkan angka dadu 1, tekan tombol kocok dadu selama 3 detik, demikian juga dengan angka-angka dadu yang lain bisa dipelajari berdasarkan pengalaman. 

Penggunaan Gems 

Yang menjadi permasalahan adalah adanya sistem penggunaan gems, dadu bisa diubah dengan membayar sejumlah gems, satu kali permainan bisa menggunakan gems sebanyak 5 kali (belakangan 7 kali) dengan tingkatan penggunaan gems berdasarkan deret ukur, penggunaan gems pertama adalah 2, selanjutnya 6, kemudian meningkat lagi hingga batas 7 kali penggunaan gems. Gems ini bisa didapatkan dengan membeli langsung, atau memenangkan kejuaraan Liga, atau diberikan oleh teman lewat Facebook. Bisa dibanyangkan bagaimana timpangnya permainan antara si kaya dengan si miskin, para pemenang adalah yang memiliki banyak gems, kasihanlah saya yang tak memiliki Facebook. 

 
Taruhan dan Variasi permainan
 
Mungkin selain karena interaktif, ada unsur “judi” di permainan Ludo online. Para pemain harus memasang taruhan untuk dapat memulai permainan. Taruhannya pun berbentuk “koin virtual” disebut gold. Pemenang akan mendapatkan seluruh taruhan yang dipasang pemain lain. Lama kelamaan taruhan akan semakin banyak, nah mungkin disitulah letak candunya. Para pemain yang kalah akan terus bermain dan memasang taruhan, niat awalnya hingga gold modalnya kembali, namun keterusan hingga niatnya meningkat menjadi mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Awalnya saya susah payah mengumpulkan gold dengan menonton iklan yang berupah 2,5 K, sangat berat karena hasil keringat tersebut terus tergerus karena kalah.secara beruntun. 

Liga Ludo Star 

Agar tak ngambek, saya sempat “diberi” gold oleh Sar dengan bermain privat dan Sar mengalah, begitulah modus operandi transfer gold. Sempat mencapai angka 3 M, gold saya kembali terjun ke titik terendah 5 K. Mari kerja keras lagi. Sempat saya googling tentang permainan Ludo ini, katanya ada hadist yang mengharamkan Ludo, catur, dan permainan papan lainnya, termasuk permainan onlinenya karena dekat dengan unsur judi dan melalaikan beribadah mengingat Allah. Akankah main Ludo saya kurangi atau malah berhenti? Entahlah. Selain anggapan haram tersebut, sisi negatif bermain Ludo adalah menguras baterei ponsel, ponsel cepat panas, bisa jadi merusak ponsel. Sisi baiknya? Karena keseringan bermain sebagai tim, kami bisa saling berinteraksi di sela-sela kesibukan masing-masing.

Wednesday, May 31, 2017

Pancasila Lahir, Kita Libur


Andai Hari Kesaktian Pancasila libur juga,
Niscaya bertambah (lagi) hari libur kita. Mau?

Hingga hari ini saya tak tahu dan tak mau tahu hari lahir Pancasila, mungkin demikian juga dengan kebanyakan orang Indonesia. Hari lahir Pancasila hanya beberapakali terdengar sepintaslalu saat pelajaran sejarah semasa sekolah dulu. Mungkin kebanyakan orang tahunya hari Pancasila jatuh pada tanggal 1 Oktober, yang  dikenal juga sebagai hari kesaktian Pancasila. Sebagian menduga dan mengira hari Kesaktian Pancasila adalah hari lahir Pancasila, padahal tidak, beda soal.

Hari Lahir Pancasila adalah hari dimana Pancasila pertama kali diperdengarkan kepada umum. Pada saat tanggal 1 Juni 1945, Soekarno mengusulkan nama dasar negara kita dengan nama Pancasila. Sedangkan Hari Kesaktian Pancasila adalah hari dimana Pancasila dianggap sebagai dasar negara yang tak tergantikan dan berhubungan dengan kasus G 30 S/PKI.



Hari lahirnya Pancasila, yakni 1 Juni ditetapkan sebagai libur nasional dan mulai berlaku 1 Juni 2017 ini. Libur nasional tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden No 24/2016. Keppres tentang Libur Nasional Hari Lahirnya Pancasila ditandatangani Presiden Jokowi saat peringatan Hari Lahirnya Pancasila tahun lalu. Libur nasional yang tentu saya sambut dengan sukacita. Keppres ini diterbitkan dengan pertimbangan bahwa Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara Republik Indonesia harus diketahui asal usulnya oleh bangsa Indonesia dari waktu ke waktu dan dari generasi ke generasi, sehingga kelestarian dan kelanggengan Pancasila senantiasa diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Berdasarkan sejarah, ada tiga rumusan dasar negara yang dinamakan Pancasila, yaitu rumusan konsep Ir. Soekarno yang dibacakan pada pidato tanggal 1 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI, rumusan oleh Panitia Sembilan dalam Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, dan rumusan pada Pembukaan Undang- Undang Dasar 1945 yang disahkan oleh PPKI tanggal 18 Agustus 1945. Dengan demikian, rangkaian dokumen sejarah yang bermula dari 1 Juni 1945, 22 Juni 1945, hingga teks final 18 Agustus 1945 itu, dapat dimaknai sebagai satu kesatuan dalam proses kelahiran falsafah negara Pancasila.

Sebagai dasar negara, memang terasa riskan jika Pancasila tidak dikenal oleh warga negaranya dan tidak dihiraukan oleh generasi penerus bangsa. Saya kadang mbatin kalau ada anak sekolah tidak hafal sila-sila Pancasila. Generasi lama malah hafal butir-butir Pancasila sebagai penjabaran pengamalan lima sila Pancasila. Saya masih ingat hukuman dari guru dipermalukan berdiri di depan kelas jika tidak hafal butir-butir pengamalan Pancasila. Makanya jangankan lima sila Pancasila, 36 butir Pancasila malah kami hafal walaupun terpaksa dan tidak di luar kepala.

Belum lagi soal lagu Garuda Pancasila yang saya yakin anak sekolah sekarang tak banyak yang hafal. Dulu setiap malam TVRI memutar lagu Garuda Pancasila, saya lupa jam berapa yang jelas kalau lagu itu diputar, berarti sudah malam dan waktunya anak-anak tidur. Sekarang? Entah berapa channel tv nasional swasta selain TVRI. Tak seperti dulu yang ada hanya TVRI, tak ada pilihan lain. Jadi anak-anak sekarang lebih hafal dialog sinetron atau lagu-lagu punya Piterpen dibanding lagu-lagu perjuangan dan kebangsaan.

Mungkin itulah tujuan diliburkannya hari kelahiran Pancasila hari ini, agar kita (yang diuntungkan) dengan hari libur ini jadi tahu, minimal mengingat-ingat kalau hari lahir dasar negara Republik kita ini jatuh pada hari libur. Saya kadang abai dengan tanggal merah. Yang penting libur, perkara itu libur karena bertepatan dengan hari apa tak saya ambil soal. Masalahnya kemudian, hari libur hari ini diwajibkan mengikuti upacara bendera. Jadilah saya cari tahu upacara apa gerangan sampai hari libur mesti wajib upacara. Saya membayangkan anak sekolah yang libur hari ini dan tak juga upacara, tapi ke mall, mana mereka mau tahu mereka libur karena perkara apa.

Andai tak libur upacara hari ini, mungkin saya masih tak tahu hari lahir Pancasila. Kalau boleh usul nih ke Pak Jokowi, Hari Kesaktian Pancasila libur juga dong. Anak sekolah upacara juga dong...

Friday, December 30, 2016

2016 best none photography

JANUARI. Ini kali kedua saya menjejak Surabaya, dulu ke Tunjungan Plaza sekarang ke Tugu Pahlawan. Awalnya naik motor pinjaman ke stasiun Sidoarjo kota, lalu naik kereta komuter, terus naik becak ke Pasar Turi lanjut ke Tugu Pahlawan. Semuanya dengan bantuan peta google. Sungguh pengalaman yang mengesankan, sampai lupa kalau sedang sakit gigi yang baru dicabut dari akarnya, sampai lupa pengalaman pertama ke Kota Gresik di rumah mertua, sampai lupa pengalaman pertama ke Kota Batu dengan Jatim Park-nya, sampai lupa kalau ada om tersayang yang meninggal sehari setelah tahun baru tiba yang tak sempat saya layat. Awal tahun yang sibuk dan mengesankan.


FEBRUARI. Saya senang memotret apa saja, kapan saja, dengan kamera apa saja. Bunga adalah salah satu objek yang menarik untuk dipotret, difoto, diabadikan. Foto paling awal tadi buktinya, ditambah foto kedua ini. Saya lupa memotret bunga putih ini dimana, sepertinya di sekitaran kampus Unhas saat berusaha jogging. Sungguh Allah Maha Pengasih, memberi saya mata yang masih mampu melihat dengan baik, tanpa bantuan kacamata. Semoga mata ini sehat terus sampai masanya tiba, bisa dipakai melihat keindahan ciptaan-Nya. Bayangkan saja bagaimana galaunya bila mata ini bermasalah, tak mau melihat dengan baik. Yang jelas, ongkos memelihara mata sehat lebih murah daripada mengobati mata sakit.

MARET. Dari perhitungan para ahli astronomi, mungkin inilah satu-satunya gerhana matahari yang bisa saya lihat seumur hidup, itupun gerhana matahari sebagian. Karenanya, saya berusaha mengabadikannya. Masalahnya, saya tak punya kamera dan alat mumpuni agar bisa membuat foto gerhana matahari yang bagus, bagus bagi saya berarti gambar matahari yang besar, dan orang lain bisa mengetahui kalau itu memang "gerhana matahari" tanpa penjelasan dari pemotret. Dengan penuh kesederhanaan, saya foto gerhana matahari ini dengan filter kaca tukang las dan "tripod alami". Pada bulan ini juga jadi pengalaman pertama saya ke Bekasi yang konon jaraknya lebih jauh daripada matahari. Yah Bekasi memang jauh sih.

APRIL. Selain foto bunga, foto lansekap juga saya sukai. Bila ada kesempatan berada di ketinggian seperti di lantai atas hotel, pemandangannya pasti saya foto. Walaupun mungkin sebagian orang yang melihat saya akan bilang "kampungan". Masalahnya kemudian adalah menghasilkan foto yang tajam dan fokus. Biasanya bila memotret dari dalam kamar hotel akan ketemu kaca jendela yang mungkin agak kotor dan memantulkan cahaya dari dalam. Belum lagi bila hanya mengandalkan lengan, tanpa tripod yang membuat hasil foto tidak fokus. Trik sederhana saya adalah membersihkan kaca jendela sebelum memotret dan menempelkan ponsel kamera pada kaca jendela. Hasilnya? Tak bagus-bagus juga sih. Yang penting usaha.

MEI. Sudah pernah disengat tawon? Jika belum, anda beruntung. Rasanya sangat sakit, perih. Katanya. Mungkin rasa sakit inilah yang dirasakan Sar saat tersengat tawon. Saya pernah memegang tali jemuran, lalu merasakan ada sesuatu yang menusuk, rasa sakitnya begitu cepat menembus otak. Kemungkinan saat itu saya tersengat tawon. Sarang tawon sebesar kepala hinggap di depan rumah. Kami mulai terganggu dengan aktivitas tawon yang makin lama makin banyak. Opsi terakhir adalah mengusirnya dengan menghancurkan sarangnya. Namun menghancurkan sarang tawon tak semudah mendorong mobil mogok, konon butuh pemadam kebakaran membantu aksi. Namun kami tak sabar, membongkar sarang tawon dengan jas hujan, masker, dan sapu.

JUNI. Rutinitas sehari-hari kadang membosankan, tak ada kejadian. Namun bulan puasa tahun ini membawa berkah dan cerita tersendiri. Saya seumur-umur baru merasakan yang namanya pelatihan di bulan puasa, jelang lebaran pula. Pagi hingga sore rasanya berat menerima materi pelatihan, karena sambil menahan lapar dan dahaga. Kalau pelatihan di dalam kota, saya tak memanfaatkan fasilitas akomodasi pelatihan. Saya mending pulang tidur bersama anak istri. Jelang buka puasa saya memacu motor pulang ke rumah, melewatkan buka puasa bersama di tempat pelatihan, sahur juga. Ada saat kami sekeluarga buka puasa bersama di mall, menyeruput teh tarik ternikmat yang pernah saya rasa. Ini dia tampilannya.

JULI. Liburan lebaran kali ini kami habiskan di daerah Bira-Apparalang. Kalau ke Bira saya sudah pernah walaupun sudah lama, kalau ke Apparalang baru kali ini. Selain itu, jadi menarik karena pengalaman pertama bawa kendaraan pinjaman dengan jarak jauh, tanpa sopir pengganti. Seperti biasa, kawasan wisata pantai Bira masih tetap seeksotis yang dulu, namun dengan banyak pembenahan dari segi fasilitas penginapan mewah. Pengalaman pertama ke pantai Apparalang jadi pembeda. Jalan kaki dan rental motor dadakan tak membuat semangat kami surut ke Apparalang. Gara-gara peta google tak akurat, kami berjalan kaki cukup jauh. Namun suasana Apparalang yang keren membuat rasa lelah kami terobati. 

AGUSTUS. Suasana pedesaan Bantimurung selalu enak dinikmati. Pun dengan sawah kering dan sapinya dengan latar gunung karst yang menjulang. Untuk kesekian kali saya ke Bantimurung, bukan dengan tujuan berwisata, tapi investigasi KLB. Kalau dulu pernah ada KLB Campak, sekarang kasus keracunan pangan. Ada laporan keracunan pangan menimpa tiga bocah cilik, karena mengkonsumsi permen yang ditengarai kadaluarsa. Beruntung, ketiga korban tertangani dengan baik di puskesmas dan rumah sakit sehingga tidak menimbulkan kematian. Saya bertugas menginvestigasi penyebab pasti keracunan dan agar tidak terjadi penyebaran kasus. Selain investigasi, foto-foto menjadi gerakan tambahan yang wajib. Melihat sapi-sapi bahagia ini, saya berharap mereka tak terkena Antraks.

SEPTEMBER. Kami kedatangan anggota keluarga baru, seekor kucing persia putih, kami beri nama Oh Love (baca: Olaf). Baru kali ini saya memelihara kucing, pernah ikan dan kura-kura namun gagal. Saya malas memelihara hewan berkaki dua atau empat karena malas ribet dan takut terjangkit penyakit hewan. Selain itu, biaya pemeliharaan kucing tergolong tidak murah, makanannya lebih mahal dari makan saya. Bagaimana juga dengan pasir tempat buang hajatnya? Saya malas memikirkannya. Saya tipikal orang yang senang melihat-lihat hewan, tapi tak mau mengurusnya. Mungkin kebun binatang adalah tempat yang cocok buat saya. Namun karena rengekan Khal, saya luluh dan menerima kucing pemberian teman Sar. 

OKTOBER. Bulan ini sungguh bulan yang berat bagi keluarga kami. Khal jatuh sakit, awalnya muntah-muntah kemudian diare. Kami sangat khawatir, dan melarikan Khal ke UGD rumah sakit. Dokter mendiagnosa muntaber dengan diare berdarah, konon karena protein tinggi dari susu dan es krim yang terakhir khal makan. Muntah tak terhitung jumlahnya, diare pun demikian. Kami khawatir karena Khal tak mau makan, badannya tambah kurus. Beruntung, dokter menangani dengan sangat baik. Kami di rumah sakit selama sekitar empat hari (saja), tentu dengan biaya yang tidak sedikit. Saya mbatin, bagaimana dengan orang yang merokok? Membeli rokok untuk sakit, buang puntung sembarangan, jadi sampah rakyat.

NOVEMBER. Alangkah bahagianya keluarga yang tiap hari bisa bereuni. Susah senang asal bersama, nikmatnya dunia. Quotes slank nya "Makan nggak makan asal kumpul". Bayangkan saja kalau kita LDRan dengan pasangan dan atau anak tersayang, sakitnya tuh di telinga, tiap hari menelepon lama demi menyambung tali silaturahmi. Foto ini menampilkan keceriaan anak yang dibimbing selalu sama bundanya. Kebetulan kami keluarga sehat, bereuni bersama dalam Temu Alumni Besar yang merupakan gelaran pertama (dan mungkin satu-satunya) tahun ini. Semoga kebersamaan keluarga senantiasa kita lalui, demi anak cucu kita. Namun kebersamaan menjadi pengecualian bagi motor dinas, motor plat merah yang setia menemani akhirnya diambil orang.


DESEMBER. Ada yang datang, ada yang pergi. Semoga yang datang adalah kebahagiaan dan harapan, yang pergi adalah kesedihan dan penyesalan. Teramat banyak hal menyenangkan, sungguh celakalah saya bila tak pandai bersyukur. Di dekat rumah ada destinasi wisata yang baru, tempat pelelangan ikan! Yang sebelumnya di tengah kota dipindah ke pinggir kota, jauh, tapi dekat dengan rumah. Diresmikan langsung oleh pak presiden beberapa waktu lalu, kami datangi beberapa hari kemudian. Banyak yang berubah, bertambah baik tentunya. Kalau orang nomor satu atau dua negeri ini mau datang, pasti fasilitas diperbaiki, minimal akses jalan ke lokasi diperbaiki. Selamat datang di tempat wisata baru kami.






















Thursday, November 24, 2016

Nyasar


Banyak jalan menuju Roma, kalau nyasar? putar balik!

Motor saya tepikan, kemudian mematikan mesin. Tanpa tengok sekeliling, saya kemudian mengambil ponsel dalam tas. Saya khawatir jika menengok, disangka maling menyatroni seisi lorong. Dengan penuh waspada saya membuka google maps, tanpa panik. Kekhawatiran terbesar adalah ada orang gila merampas ponsel di tangan saya, atau penjahat yang menghunuskan badik di leher saya. Saya tetap tenang, berusaha mendamaikan hati.

Ya, saya sedang tersesat. Alih-alih panik dan bertanya, saya membuka google maps di ponsel. Untung masih ada paket data dan batere ponsel tidak sekarat. Fak! Dari tampilan lokasi di peta, saya nyasar jauh! Mestinya belok kanan saat 500 meter sebelumnya. Jalan ini sebenarnya pernah saya jalani, namun dari arah sebaliknya. Ini adalah jalan alternatif saat malas menembus macet di seputaran bandara Hasanuddin lama dan baru arah dari Maros ke Makassar. Jalan sebaliknya pernah saya jalani baru dua pekan sebelumnya. Namun saat itu lagi ramai, saya ikut kendaraan di depan yang mengarah ke Makassar.



Saat bingung mencari jalan, saya berusaha tidak panik. Untung-untungan mengikuti kendaraan yang ada di depan, sambil berdoa tujuannya sama dan tidak menyesatkan. Keberuntungan itu saya dapatkan dua pekan lalu saat berbingung-bingung ria mencari jalan alternatif, saat itu saya beruntung tidak kesasar. Namun pagi tadi dewi fortuna menjauh. Tak ada kendaraan lain yang berada di depan untuk diikuti. Saya sendirian! Ada sih sempat ibu-ibu naik motor di depan tapi lambat nian, dan cepat berbelok arah ke lorong dengan jalan rusak. Saya terus saja, berharap ada papan penunjuk jalan.

Namun ternyata jalan tersebut buntu! 300 an meter sebelum jalan buntu yang diujungnya ada sawah itu saya berhenti, menepikan kendaraan, dan mematikan mesin. Selain malu sama penghuni lorong yang mungkin curi-curi pandang dari atas rumah, saya tak mau dicurigai sebagai maling yang sedang menyatroni seisi lorong. Bermodalkan kecerdasan geografi dan pemetaan diatas rata-rata, saya berkesimpulan kalau jalan yang benar yang seharusnya saya lalui adalah jalan ibu-ibu tadi yang belok ke jalan rusak! Malu bertanya sesat di jalan! Ternyata (lagi) jalan yang saya pilih berbeda dengan jalan dua pekan lalu. Jalan yang ini rusak parah, berlubang, becek, jauh.

Hikmahnya? Saya tahu banyak jalan alternatif Maros-Makassar bila kemacetan bandara lagi lucu-lucunya.

☆☆☆

Tiga pasang mata menatap dengan heran penuh sinis, melihat saya yang dengan pedenya melintasi lorong buntu. Saya malu sendiri, ternyata jalan alternatif yang saya impikan memotong jalur kantor ke rumah sakit adalah buntu. Padahal logika saya mengatakan kalau itu adalah jalan yang benar. Saya menyerah, memutar kembali arah motor, daripada masuk ke halaman rumah orang atau mengambil jalan sapi, mending putar balik. Tiga pasang mata itu kembali saya lalui, mata ibu-ibu penggosip yang seakan memaki saya yang sok tahu. Mungkin ibu-ibu ini berharap saya singgah dan bertanya, sekalian kenalan. Tidak lah yaw! Mending nyasar daripada bertanya, panjang persoalan!

Kali ini saya tidak bertanya pada google maps, kebetulan jalan alternatif ditutup untuk perbaikan jalan. Salah saya sendiri mencari jalan alternatifnya jalan alternatif. Saya lewat jalan default saja, jalan raya yang panas bising dan berisiko kena tilang. Sepulang dari rumah sakit, saya nekad mencari jalan alternatifnya jalan alternatif. Beruntung, ada motor lain yang saya ikuti. Benar saja, sebelum plang penutupan jalan alternatif, ternyata ada belokan kiri yang samar-samar, dipinggir jalan ditanami pisang. Tampak dari jauh bukan jalanan, tapi kebun. Namun saat mendekat, jalan kecil yang tembus di dekat tiga pasang mata ibu-ibu tadi. Dari kejauhan saya melihat mereka masih bergosip, mereka sepertinya melihat saya. Dalam hati saya tersenyum puas, senyum kemenangan berhasil menemukan jalan alternatifnya jalan alternatif.

Hikmahnya? Beranikan diri melalui jalan baru, bisa benar bisa salah, namun tak ada salahnya dicoba, sekalian pamer ketampanan pada ibu-ibu penjaga lorong.

Monday, November 21, 2016

Syukur




Dari yakinku teguh
Hati ikhlasku penuh
Akan karuniamu
Tanah air pusaka
Indonesia merdeka
Syukur aku sembahkan
KehadiratMu Tuhan
Dari yakinku teguh
Cinta ikhlasku penuh
Akan jasa usaha
Pahlawanku yang baka
Indonesia merdeka
Syukur aku hanjukkan
Ke bawah duli tuan
Dari yakinku teguh
Bakti ikhlasku penuh
Akan azas rukunmu
Pandu bangsa yang nyata
Indonesia merdeka
Syukur aku hanjukkan
Kehadapanmu tuan

Wednesday, July 6, 2016

Hold on (to yourself)


Hold On

As I stepped to the edge
Of the shadow of a doubt
With my conscience beating
Like the pulse of the drum
That hammers on and on
'Til I reach the break of the day
When the sun beats down
On the Rafway house
Has my conscience beatin'
The sound in my ear
The will to persevere
As I reach the break of the day
When you lost all hope an' excuses
An' the cheap skates an' the losers
Nothing's left to cling on to
Gotta hold on
Hold on to yourself
A cry of hope
A plea for peace
An' my conscience beatin'
It's not what I want for
It's all that I need
To reach the break of day
So I run to the edge
Of the shadow of a doubt
With my conscience bleeding
Here lies the truth
The lost treasures of my youth
As I hold to the break of day
When you lost all hope an' excuses
An' the cheap skates an' the losers
Nothing's left to cling on to
Gotta hold on
Hold on to yourself
When you lost all hope an' excuses
An' the cheap skates an' the losers
Nothing's left to cling on to
Gotta hold on
Gotta hold on
Hold on
Hold on to yourself

#HoldOn
#GreenDay

Sunday, May 1, 2016

Menakar peluang MU lolos Liga Champions


Aneh rasanya membayangkan MU rebutan tiket Liga Champions dengan tim lain. 

Ketidakkonsistenan Manchester United di Liga Inggris musim ini membuat tiket Liga Champions tahun depan menjadi anugerah terindah (selain juara Piala FA tentunya) musim ini bila dapat diraih. Teranyar, MU bermain imbang 1-1 dengan LC. Walaupun menunda pesta juara Leicester City, keserian ini membuat peringkat empat semakin berat. Sebagai fans MU, kami tak terlalu peduli siapa juara Liga Inggris musim ini karena MU sudah pasti gagal juara. Kami hanya mau MU bisa bermain di Liga Champions Eropa musim depan, yang mana minimal posisi keempat harus diraih.



Namun demikian melihat klasemen sementara, sedikit keajaiban dan takdir Tuhanlah yang membuat MU bisa meraihnya. Sisa tiga laga terakhir menentukan segalanya. Pun kalau menang semua, poin MU adalah 69. Dengan asumsi Manchester City dan Arsenal kalah di semua laga terakhirnya, MU bisa bercokol di 4 besar. City 64 poin, Arsenal 67 poin. Masih mungkin bukan?

Mari kita hitung-hitungan peluang MU lolos 4 besar. Anggaplah City menang lawan Southampton malam ini sehingga poinnya jadi 67 (padahal Southampton sudah unggul 2-1 di babak pertama ini). Anggaplah Leicester juara dan Tottenham tetap runner up. Anggaplah MU menang terus.

Dua laga terakhir City dan Arsenal adalah:
City vs Arsenal (Home). Anggaplah City kalah karena fokus di Semifinal Liga Champions, dan Arsenal mati-matian memanfaatkan situasi lengahnya City. Tapi prediksi saya adalah seri sehingga sama-sama memiliki 68 poin.

City vs Swansea (Away). Anggaplah City kalah karena gugup di partai terakhir dan Swansea bermain lepas. Poin akhir City tetap 68. Kalau seri, City tetap diatas MU walaupun poin sama 69 karena unggul selisih gol.

Arsenal vs Aston Villa (Home). Anggaplah Arsenal menang karena Aston Villa sudah pasti degradasi, main segan mengalah tak mau. Perlawanan seperti apa yang diharapkan dari tim yang tidak ada harapan? Arsenal menang adalah hasil yang realistis, walaupun fans MU ngarep Arsenal terpeleset. Jika menang, poin akhir Arsenal adalah 71. Kalau seri, poin akhirnya 69 sama seperti MU, namun unggul selisih gol.

Jadi kesimpulannya, MU masih berpeluang berakhir di 4 besar dan main di Liga Champions tahun depan asal menang terus dan tim lain kalah terus. Laga krusial antara Arsenal vs City adalah kuncinya, siapa yang kalah berpeluang disalip MU di laga terakhir. #GGMU

Tuesday, March 1, 2016

Seragam putih PNS


Hari Rabu ini adalah hari pertama PNS memakai seragam kemeja putih. 
Pekan sebelumnya, seragam putih PNS dipakai pada hari Kamis. 
Semoga PNS kita makin keren, bukannya tambah kere.

Memakai kemeja putih dengan bawahan hitam? Saya teringat dengan seragam maba (mahasiswa baru), seragam sales door to door, dan pakaian saat "ujian meja". Pakaian dengan tampilan yang sangat sederhana, seakan tiada sekat ketimpangan sosial bagi pemakainya. Coba saja perhatikan maba, tak ada bedanya maba yang cantik dengan yang ancur, yang kaya dengan yang miskin. Begitupula dengan sales, berseragam putih membuat mereka tampak bersih dan rapi.

Sebenarnya kemeja putih (apalagi yang berlengan panjang) adalah kostum yang paling saya hindari. Perut saya semakin kelihatan buncit dengan memakai kemeja putih. Baju putih juga cepat kotor dengan daki dari seluruh badan atau debu dari jalanan. Dengan memakai baju putih, alamat penampilan saya jadi kurang menarik alias tidak keren. Saya jadi kurang pede menjalani hari dengan kemeja putih, serba hati-hati, takut bajunya kotor. Makanya saat ujian skripsi kemarin, saya menutup baju putih yang saya pakai dengan jaket sweater. Bukannya karena takut kotor, saya cuma berusaha menutupi tampilan baju yang kebesaran, maklum baju pinjaman. Hehehe.

Setelah anti baju putih, saya kembali harus berinteraksi dengan baju putih. Namanya juga jodoh, malang tak dapat diraih, untung tak dapat ditolak (eh kebalik kayaknya). Aparatur Sipil Negara (PNS, tenaga kontrak, tenaga magang, maupun tenaga sukarela) diwajibkan memakai seragam putih. Galaunya, kalau beberapa pekan kemarin kemeja putih dipakai pada hari Kamis, mulai pekan ini kemeja putih dipakai di hari Rabu.

Aturan mengenai penggunaan seragam putih tersebut tertuang dalam aturan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengenai seragam dinas untuk Pegawai Negeri Sipil dan Pemerintah Daerah. Dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) 6/2016 disebutkan pada Senin–Selasa pakaian dinas krem; Rabu kemeja putih; dan Kamis–Jumat menggunakan batik. Sebagai aparat sipil yang baik dan tidak sombong, saya "terpaksa" mengikuti aturan ini. Bisa dipastikan penampakan saya semakin gempal dengan perut membusung ke depan ketika berbaju putih.



Jadilah untuk sementara ini saya memakai baju putih bekas sisa ujian tesis dan wisuda. Ukurannya semakin mengecil (atau badan saya yang membesar?), dengan model ketat jankis membalut tubuh, terutama perut ini. Kadang saya mesti menahan nafas ketika memakai baju ini, biar perut tampak sedikit ramping dan tidak malu-maluin. Terpaksa saya pakai karena belum ada sisa dana untuk menjahit baju putih baru atau membeli jadi di toko terdekat. Uangnya masih dipakai membeli susu buat si kecil yang harganya semakin tinggi ini. Susu naik tinggi, baju putih tak terbeli. Orang pintar tarik subsidi buat aturan, bayi kami kurang gizi kami tak keren lagi.

Selain penampakan baju putih di tubuh saya tidak keren, saya batin, apa gunanya memakai baju putih? Apakah dengan memakai baju putih pekerjaan cepat selesai dan pelayanan pada masyarakat meningkat? Belum ada penelitian lebih lanjut mengenai hal ini. Mungkin nanti ada mahasiswa manajemen SDM mengambil penelitian dengan judul "Hubungan seragam putih PNS dengan peningkatan kinerja" atau "Pengaruh seragam yang beragam dengan pelayanan prima PNS", atau.... ahsudahlah..

Namun Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo mengatakan adanya seragam warna putih karena putih mencerminkan kebersihan, putih itu bersih. Konon pula Kemendagri menerjemahkan kehendak Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal revolusi mental, yang salah satu caranya dengan memberikan simbol pada pakaian. Dipilihnya seragam berwarna putih untuk mencitrakan aparatur yang bersih dan berprinsip untuk melayani masyarakat. Dengan seragam tersebut, diharapkan menjadi awal perubahan pola pikir (mindset) PNS dalam hal pelayanan masyarakat sesuai dengan nawacita pemerintah saat ini.Yoweslah. Seumur-umur saya tak pernah membayangkan PNS memakai seragam putih, saya hanya membayangkan tenaga kontrak dan honorer memakai seragam putih-hitam, konon untuk membedakannya dengan PNS yang berpakaian dinas Linmas dan Krem.


Namun tak sedikit pihak yang menduga ada kepentingan tertentu di balik aturan seragam kemeja putih bagi ASN. Mereka curiga (ahh... hari gini masih curigaan? move on broh!!) bahwa ada motif tertentu di baliknya dan dipandang hanya keputusan elit politik di pusat, dan kaitan kemeja putih dengan Presiden Joko Widodo. Kemeja putih identik dengan Jokowi, khususnya saat kampanye pemilihan presiden beberapa waktu lalu. Kecurigaan berlebihan sebagai kampanye terselubung. Aturan ini tidak menyentuh hal substantif dan kurang kerjaan. Menurut mereka (dan saya aminkan juga), indikator kinerja PNS bukan berdasarkan seragamnya, melainkan dari bagaimana mereka menjalankan tugas pokok dan fungsinya.Mestinya PNS harusnya lebih didorong produktivitasnya. 

Ah sudahlah, nasi sudah jadi bubur, seragam PNS sudah berwarna putih. Saatnya mengumpulkan modal untuk menjahit atau membeli baju baru. Semoga saja pemerintah dibawah pusat mau dan bisa menganggarkan kemeja putih bagi ASN ini, biar warna putih dan modelnya bisa seragam. Tidak seperti sekarang ini yang memakai jenis kain putih berbeda, atau lengannya yang tidak seragam (ada lengan panjang seperti Jokowi, ada lengan pendek seperti JK), atau model kantong baju yang berbeda. Semoga saya bisa sedikit lebih keren dengan kemeja putih. *tampar perut, *tahan nafas.

Gambar: google, Republika

Thursday, February 11, 2016

Hoax di Media Sosial Kita



Kalau ada pesan hoax, cerdaslah sedikit, acuhkan saja...

Entah berapa banyak pesan broadcast yang beredar di dunia maya. Banyak pastinya. Dari seluruhnya, tak sedikit yang berisi pesan hoax. Berita palsu.

Mungkin banyak penerima hoax yang "terpaksa" meneruskan isi pesan tanpa cek dan ricek (tabayyun) terlebih dahulu. Menilik dari "ancaman" yang ditujukan bagi yang tidak mengindahkan isi pesan, saya yakin banyak yang kemudian meneruskan isi pesan dengan membabi buta. Siapa yang mau dibenci orang tanpa sebab? Siapa yang mau kena sial (sampai usia hampir setengah abad) tanpa alasan jelas? Siapa yang mau kelaminnya membusuk? Tidak ada! Masalahnya, si pengirim pesan sudah bersumpah serapah atas nama Tuhannya agar si penerima pesan meneruskan pesan hoax tersebut. Walaupun ke-hoax-annya sudah tampak pada isi pesan. Mana ada jumlah penduduk bumi 1000 milyar?





Mungkin meneruskan pesan hoax seperti ini dianggap sepele, tiba-tiba hadir saja di private message tanpa pertanggungan jawab si pengirim. Daripada celaka (karena sudah dilabeli sumpah), mending diteruskan. Padahal sebenarnya meneruskan pesan demikian lebih banyak mudharatnya dibandingkan kebaikannya. Bukankah sudah jelas dalam kitab suci Al-Quran bahwa kita sangat dilarang meneruskan berita yang tidak kita ketahui kebenarannya? Mungkin demikian juga dengan kitab suci yang lain.

Entah apa tujuan si pengirim pesan yang paling awal. Mungkin iseng saja. Taruhlah ceritanya begini. Saya sebagai pencipta pesan meneruskan ke seluruh kontak. Broadcast messages. Saya mau agar pesan ini sampai ke seluruh pengguna jejaring sosial. Saya ingin mengukur sampai kapan pesan tersebut sampai kembali ke saya, apakah ada perubahan isi pesan? Tujuan iseng yang benar-benar iseng. Buang waktu cari sibuk. Beda ceritanya bila pesan tersebut bisa menaikkan traffik kunjungan ke sebuah alamat situs. Ujung-ujungnya berkaitan dengan iklan yang berarti penghasilan bagi si pencipta pesan. Bagaimana dengan kasus seperti ini yang masuk ke pesan pribadi tanpa iklan? Pastinya sekedar iseng saja.
Kalau sekedar iseng sebenarnya tak terlalu masalah, namun bagaimana jika isi pesan provokatif dan menebar kebencian? Tentunya akan sangat mengganggu ketentraman bersama.

Lalu bagaimana seharusnya kita menyikapi pesan hoax seperti ini? Cueki saja, kalau bisa langsung hapus dan tak perlu dibaca dengan khusyuk apalagi dikhatamkan berulang-ulang.

Bagaimana dengan anda temans? Pernah dapat pesan hoax yang tak jelas juntrungannya? Anda teruskan atau acuhkan?

Tuesday, January 26, 2016

RIP!!! Ford Indonesia Gulung Tikar




IMPORTANT ANNOUNCEMENT - Customer Statement

Sen, Jan 25, 2016

Hari ini kami telah mengumumkan keputusan bisnis yang sulit untuk mundur dari seluruh operasi kami di Indonesia pada paruh kedua tahun ini. Hal ini termasuk menutup dealership Ford dan menghentikan penjualan dan impor resmi semua kendaraan Ford.

Kami ingin memastikan bahwa Anda dapat terus mengunjungi dealer Ford untuk semua dukungan layanan penjualan, servis, dan garansi hingga beberapa waktu ke depan tahun ini. Kami berkomitmen untuk menyediakan kesinambungan dukungan pelayanan servis dan garansi setelah kepergian kami dan akan menghubungi Anda lagi sebelum proses pergantian untuk memberitahukan mengenai pengaturan yang baru.

Kami berterimakasih atas minat, dukungan dan kesetiaan Anda terhadap merek Ford. Dan kami akan terus mengkomunikasikan perkembangan yang ada melalui website ini dalam melalui fase peralihan ini.

Apabila Anda ada pertanyaan, silakan menghubungi Ford Customer Service kami di 0807-1-90-9000

Hormat kami,
Bagus Susanto
Managing Director,
Ford Motor Indonesia

Surat cinta inilah yang membuat galau pengguna mobil Ford seluruh Indonesia. Galau bagaimana nasib mobil Ford mereka. Dijual saja atau dipakai sampai mampus?

Ford, Senin (25/1/2016), mengumumkan keputusan untuk menutup seluruh operasi di Indonesia mulai paruh kedua tahun ini. Para pemilik mobil buatan jenama asal Detroit, Amerika Serikat inipun bertanya-tanya mengenai bagaimana nasib garansi dan layanan purnajual kendaraan mereka.


Saya yakin pengguna mobil Ford sangat menyayangi mobilnya. Bukan apanya, mobil Ford sangat nyaman dikendarai, kaya fitur, pun dengan tampilannya yang menawan. Makanya opsi menjual mobil Ford kesayangan adalah pilihan yang tidak populis. Selama ini layanan purnajual Ford termasuk lemah dibandingkan dengan brand mobil yang lain. Pengadaan suku cadangnya lemah, sehingga konsumen kesulitan mencari suku cadang. Kalaupun ada harus menunggu lama, dan tentunya mahal.

Tahun lalu, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), secara wholesale FMI bisa menjual 4.986 unit, sementara secara eceran FMI berhasil menjual 6.103 unit. Angka yang lumayan jika dibandingkan duo Korea Selatan, Hyundai dan Kia, yang angka penjualannya tahun lalu masing-masing di bawah 3.000 unit.

FMI mencoba menepis kekhawatiran para konsumen itu. Dalam rilis resminya FMI menyatakan bahwa konsumen dapat terus mengunjungi dealer Ford untuk semua dukungan layanan penjualan, servis, dan garansi hingga beberapa waktu ke depan tahun ini. Walau demikian belum ada perincian mengenai di mana layanan purnajual itu akan diberikan, bengkel mana yang bakal menyervis dan menerima garansi kendaraan.  Pengumuman ini juga dibuat supaya orang bisa memutuskan membeli Ford atau tidak.

Tak hanya di Indonesia, Ford juga menutup operasinya di Jepang. Penutupan bisnis di kedua negara itu dilakukan karena Ford melihat tak ada prospek cerah akan keuntungan di masa datang. Keputusan ini akan mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 35 staf Ford di Indonesia dan 292 karyawan di Jepang. Pabrik di Jepang juga akan dipindahkan ke negara lain yang belum ditentukan.

Keputusan Ford ini mengingatkan akan langkah yang diambil perusahaan mobil lain dari AS, General Motors, produsen Chevrolet Spin, yang menutup aktivitasnya di Tanah Air setahun lalu. Penutupan pabrik Chevrolet di Bekasi itu mengakibatkan 500 karyawan kehilangan pekerjaan.




Bagaimana dengan mobil Ford Fiesta punya Papabos? Lebih baik dijual kalau ada yang menawar dengan harga yang pantas. Jalan yang diukur baru 30 ribu kilometer. Saya sempat shock dengan biaya servisnya yang wow, sekali servis rutin biaya yang dikeluarkan tidak kurang sejuta. Onderdilnya pun lumayan membuat pening, lampu kabut sebiji lima ratus ribu, indikator bensin berupa pelampung tidak kurang dari tiga juta. Mending dijual daripada menjadi beban.

Sunday, January 17, 2016

WOW!!! Biaya selangit operasi mata katarak







Pekan lalu Papabos operasi katarak pada mata kanannya. Sebelumnya, sedasawarsa yang lalu mata kirinya pun sudah dioperasi, katarak juga. Tahun lalu, mata kiri Bapak juga dioperasi. Alhamdulillah operasi katarak Bapak berjalan lancar, begitupula dengan Papabos. Yang masih berproses adalah hasil operasi pekan kemarin, semoga bisa segera pulih.

Bagi makhluk hidup, mata adalah alat indera yang sangat vital. Akan sulit bertahan hidup jika tanpa penglihatan yang memadai, pun akan sulit melihat yang indah-indah. Tapi bagaimana jika mata tersebut tidak berfungsi dengan semestinya? Rusak misalnya? Tentu akan menjadi sangat tidak menyenangkan.

Salah satu gangguan mata yang paling umum adalah katarak. Orang tua adalah kelompok umur yang paling rentan menderita katarak. Ini terbukti pada Papabos dan Bapak. Konon penglihatan mata yang katarak tidak begitu jelas, kabur, seperti ada selaput awan yang menutupi lensa mata. Jika tidak ditangani, lama kelamaan selaput awan ini akan menebal, hingga penderita katarak tak mampu melihat lagi.

.


Karena sudah mulai mengganggu penglihatan mata kanannya, Papabos kemudian memeriksakan matanya di sebuah klinik mata yang lumayan terkenal di kota Makassar, sebut saja ORBITA. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk pemeriksaan mata. Selain di rumah sakit umum, ada Balai Kesehatan Mata, ada juga Rumah Sakit Khusus Mata. Kalau tidak salah, Bapak dulu mengoperasi matanya di BKM, dengan memakai BPJS tentunya. Dulu Papabos mengoperasi mata kirinya di dokter spesialis mata (bukan klinik), beda dengan sekarang. Mungkin anggapan beliau kalau melalui jalur BPJS agak ribet, lama, tidak praktis, dan dokternya ogah-ogahan. Prinsip beliau lebih baik bayar mahal daripada murah tapi susah. Padahal beliau tiap bulan membayar iuran BPJS mandiri yang menurut saya sudah lumayan mahal.




Jumat, 8 Januari pemeriksaan awal di klinik mata oleh salah seorang dokter senior. Benarlah perkiraan awal kami, Papabos mesti menjalani operasi katarak. Namun Papabos menderita diabetes yang bisa jadi mengganggu proses operasi sehingga diminta datang lagi pada hari Senin untuk konsultasi. Jadi total Papabos konsultasi dokter sebanyak dua kali sebelum operasi pada hari Selasa. Biaya pemeriksaan dan konsultasi lumayan menguras kantong, duaratus ribu rupiah sekali konsultasi. Belum lagi ongkos transportasi. Saya lalu membayangkan bagaimana jika orang miskin seperti saya yang menderita katarak, mungkin sebaiknya saya melalui jalur antrian BPJS. Entah berapa biayanya kalau pakai klaim BPJS, pastinya lebih murah.


Biaya operasi katarakpun tidak murah, ada beberapa pilihan, mulai 6 juta, 8 juta, hingga 10 juta rupiah. Konon yang membedakannya adalah jenis lensa yang ditanamkan pada mata.  Saya rasa sangat wajar dengan biaya operasi mata yang tidak murah tersebut dengan manfaat yang akan didapatkannya. Namun tak ada jaminan mata akan kembali berfungsi dengan normal pasca operasi, alih-alih makin rusak dan mengakibatkan kebutaan. Peluang mata kembali normal atau malah tambah rusak setelah operasi katarak adalah fifty fifty, semahal berapapun biayanya.

Operasi katarak Papabos alhamdulillah berjalan lancar dan sukses. Beliau mengaku penglihatan mata kanannya sangat tajam sesaat setelah operasi. Dokter memasangkan pelindung mata seperti mata bajak laut, tidak diperban seperti operasi mata konvensional. Hal ini agar mata terlindung dari benturan yang tidak disengaja atau dikucek dengan tangan. Hal haram lainnya selepas operasi katarak adalah air, air tidak boleh masuk dalam mata, takutnya infeksi.

Namun tajamnya penglihatan Papabos setelah operasi tidak bertahan lama. Setelah tetes mata pertama, penglihatan tiba-tiba kabur. Papabos berubah panik, kami pun khawatir operasinya gagal. Setelah kontrol pertama keesokan hari setelah operasi, dokter melihat ada sedikit pembengkakan yang menyebabkan mata kabur, hal ini normal dan akan berangsur pulih kembali dalam beberapa hari.

 Terakhir, dokter menyarankan agar pasien banyak-banyak berSABAR. Bersabar tidak mengucek mata walaupun gatal, bersabar mengkonsumsi obat, bersabar dengan banyak istirahat, bersabar datang ke klinik untuk kontrol, bersabar merogoh kocek dalam-dalam, dan sabar-sabar lainnya.

Makanya selagi mata masih normal, bersyukurlah dangan cara menjaganya. Menjaga kesehatannya dan menggunakannya melihat hal-hal yang baik.

Semangat hari Senin temans, sudahkah anda bersyukur masih memiliki mata?

Wednesday, January 13, 2016

Sunday, January 10, 2016

DUH!!! Andai Meggy Z tahu derita sakit gigi



Daripada sakit hati lebih baik sakit gigi ini biar tak mengapa....

Saya tak habis pikir mengapa Meggy Z, sang pencipta sekaligus pendendang lagu dangdut "sakit gigi" lebih memilih sakit gigi daripada sakit hati. Kalau "sakit hati" yang dimaksud adalah penyakit hepatitis A, B, atau C yang sangat menular dan bisa menyebabkan kematian itu, saya pun bisa mengamini. Tapi kalau "sakit hati" yang dimaksud adalah soal perasaan, ini agak lebay, mungkin beliau belum pernah merasakan sakit gigi yang sebenar-benarnya.

Sakit gigi bisa dilabeli sakit yang luar biasa hebat. Bagaimana tidak, sebiji gigi saja yang sakit bisa menjalar kemana-mana, lintas sektor. Kepala bisa pening, mata kabur, susah makan, susah tidur, dan sakit-sakit lainnya "hanya" karena sakit gigi. Belum lagi soal sakit jantung yang disebabkan sakit gigi, bisa modar koe. Bisa jadi juga sakit gigi menyebabkan sakit hati, sakit hati karena tidak dimaklumi kalau kita sedang sakit gigi. Wajarlah, sakit gigi itu sifatnya individual dan tak berperikesakitan. Orang-orang tak tahu kita sedang sakit gigi, padahal orang sakit gigi tak butuh dijenguk, hanya butuh permakluman.



Karena sakit gigi, saya menaruh dendam pada Meggyzeth. Bisa-bisanya dia bilang sakit gigi lebih baik daripada sakit hati, rela pula. Agar sedikit lebih objektif, mari intip isi kepala Bang Meggy Z, berikut ini lirik lengkap lagu SAKIT GIGI nya.

Putus lagi cintaku, putus lagi jalinan kasih sayangku dengannya.
Cuma karena rupiah lalu engkau berpaling muka, tak mau menatap lagi.
Kecewa, kecewa hatiku
Terluka,karena cinta
Kalau terbakar api, kalau tertusuk duri mungkin masih dapat kutahan
Tapi ini sakit lebih sakit, kecewa karena cinta
Jangankan diriku, semut pun kan marah bila terlalu sakit begini
Daripada sakit hati, lebih baik sakit gigi ini, biar tak mengapa
Rela, rela, rela aku relakan.

Saya bisa paham betapa sakitnya hati yang terluka karena cinta, apalagi kalau gegara harta. Tapi jika dibandingkan dengan terbakar api atau tertusuk duri yang masih bisa ditahan? Ini masih dalam perdebatan. Terbakar api atau tertusuk duri yang bagaimana dulu? Kalau terbakar habis sampai luka bakar 100% yah ujung-ujungnya mati, jelas tak tertahankan lagi. Setahu saya, hanya nabi Ibrahim yang tak mempan dibakar api. Meggyzeth??

Lain soal lagi tentang semut. Apakah semut punya hati yang alih-alih bisa sakit (sesakit-sakitnya)? Tanyakan pada semut. Saya yakin semut tak bisa menjawabnya. Lalu mengapa semut yang dimetaforakan? Mungkin karena semut jadi perwakilan binatang terkecil dan semua orang tahu mana yang namanya semut.

Soal lebih baik sakit gigi daripada sakit hati? Ini yang saya protes. Saya lagi sakit gigi, sakitnya sungguh terlalu, hampir tak tertahan. Untung ada antalgin sebagai pereda nyeri, obat yang mungkin paling murah, duaribu sepuluh biji. Saya bersyukur antalgin masih mempan buat saya, tak perlu obat mahal semacam amoxan, ponstan atau obat mahal lain sebagai pereda nyeri. Obat tradisional macam bawang putih atau garam belum sempat dicoba.

Sakit gigi merupakan gangguan kesehatan yang umum terjadi dan seringkali muncul tanpa gejala sebelumnya. Rasa sakitnya bervariasi mulai dari tajam, berdenyut, hingga konstan. Rasa sakit yang ditimbulkannya mengganngu aktivitas keseharian. Hobi makan saya agak terhambat belakangan ini. Saya jadi khawatir makan, takut sisa makanan masuk ke gigi yang berlubang dan membuat sakit gigi makin parah tak tertahankan. Makan enak lagi gratis pun tak dinikmati.



Selain susah makan, sakit gigi pun bikin susah tidur, susah bekerja dan emosi mudah tersulut. Sungguh tidak menyenangkan. Jadi sebenarnya lebih baik mana sakit gigi atau sakit hati? Ahsudahlah, mending berbaik sangka. Mungkin Meggyzeth belum pernah merasakan yang namanya sakit gigi yang sesakit-sakitnya. Ataukah hanya karena rima lirik lagu yang berakhiran "i" dan dia memilih sakit gigi daripada sakit kaki, sakit pipi, ataukah sakit gusi. Duh!!! Andai Meggy Z tahu derita sakit gigi.

Monday, December 28, 2015

Ayo naik bus Trans Maminasata



Lagi suntuk? Naik bus yuk!

Kalau di Jakarta terkenal dengan bus Trans Jakarta, di Makassar ada BRT (Bus Rapid Transport) Trans Maminasata. Tak sebanyak rute Trans Jakarta memang, bus Trans Mamibasata ini baru melayani beberapa rute. Namun usaha pemerintah kota Makassar (dan atau Provinsi Sulawesi Selatan?) menghadirkan moda transportasi massal yang aman dan nyaman bagi warga Makassar dan sekitarnya patut diapresiasi. Yang penting sudah berusaha, perihal masyarakat mau memanfaatkannya atau tidak itu urusan kesekian.

Baru 4 koridor yang beroperasi namun cukuplah menjangkau beberapa sudut kota Makassar, plus kota sekitar Makassar (Maminasata = Makassar, Maros, Sungguminasa Gowa, dan Takalar) kecuali Takalar. Adapun rute dan tarif bus Trans Maminasata adalah:



Koridor 1: Bus Bandara
Rute: Ahmad Yani - Tol - Bandara
Rp: 27rb

Koridor 2: Mall Panakkukang - Mall GTC
Rute : Mall Panakkukang (MP) - Mall Ratu Indah (MARI) - Mall GTC - Trans Studio Mall (TSM) - Pantai Losari - Karebosi Link (MTC) - MP
Rp. 5rb

Koridor 3
Rute : Simpang 5 bandara - Daya - Tello - 45 - Pettarani - MP - Alauddin - Terminal Baru Sungguminasa
Rp. 5rb

Koridor 4
Rute : Terminal Daya - Terminal Maros
Rp. 5rb

Bus Trans Maminasata ini beroperasi dari jam 7 pagi hingga jam 7 malam. Konon ada bus yang melayani masing-masing koridor setiap setengah jam, yang berarti calon penumpang tak perlu menunggu lama di halte, paling lama setengah jam. 

Sebelumnya saya pernah dua kali menikmati busway koridor 2 dari MP ke TSM pergi pulang. Pun dengan koridor 1 dari bandara ke fly over. Tapi itu sudah lama, saat baru beroperasi dan tarif koridor 2 masih Rp 4rb, serta tarif koridor 1 masih Rp 15rb. Saat itu halte busway masih sedikit. Saat itu naik bus koridor 2 dari mall ke mall, sekedar tamasya keluarga. Naik bus koridor 1 pun guna menghemat ongkos transport pulang dari bandara Sultan Hasanuddin.



Hari ini saya coba naik busway Makassar (Bus Maminasata) koridor 4 untuk pertama kalinya, separuh jalan pulang dari Maros ke Makassar. Sekedar mencoba, dengan perkiraan tak ada macet parah yang dilalui. Butuh sedikit perjuangan naik busway. Saya mesti jalan kaki dari kantor ke terminal Maros, jaraknya sekitar 200 meter saja. Halte BRT di Maros (arah dari Maros) hanya ada 2, di terminal Maros dan di depan rumah sakit. Makanya saya ke terminal yang dekat kantor, sekalian olahraga.

Busnya masih (tampak) baru. Naik dalam bus, hanya ada beberapa penumpang, padahal ada 30 kursi penumpang dalam bus. Selain itu, ada 50 pegangan bagi penumpang yang berdiri tak kebagian tempat duduk. Jadi total 80 penumpang yang bisa naik bus. Miris, Trans Maminasata yang saya naiki dari Maros ke Makassar hanya ada sekitar lima penumpang. Tak ada wajah penumpang baru yang naik dari halte atau tengah jalan. Mungkin lebih banyak penumpang satu pete-pete daripada penumpang busway yang saya naiki. Kalau mau, seluruh penumpang bisa tiduran meluruskan tulang belakang di atas kursi bagai kasur sendiri. Sungguh sangat ironis, melihat kondisi kemacetan di jalan raya. Tepat satu jam perjalanan dari Maros ke Daya, tanpa macet.


Entah mengapa warga Makassar (khusus koridor 4, mungkin juga koridor-koridor lainnya) enggan naik bus, padahal pernah ada bus DAMRI yang beroperasi di seantero Makassar yang selalu penuh sesak penumpang. Padahal (lagi) hitung-hitungan matematis, lebih ekonomis naik busway daripada naik pete-pete (tarif pete-pete Daya ke Maros Rp 7rb).

Mungkin bagi yang memilih naik pete-pete, lebih praktis naik pete-pete, bisa naik turun sepuasnya dimanapun, kapanpun, dan dengan kondisi bagaimanapun. Beda dengan naik busway yang ada aturannya, harus naik lewat halte (walaupun masih ada kebijakan bisa naik busway bukan di halte, asal mau naik lewat pintu bagian depan). Mungkin naik pete-pete sudah membudaya bagi warga Makassar. Mungkin sopir pete-pete memakai penglaris atau baca jampi-jampi biar penumpangnya selalu banyak. Atau mungkin warga Makassar masih malu-malu naik busway, takutnya mual lalu muntah karena masuk angin kena angin dingin bus ber-AC. Mungkin.

Mungkin bagi yang memilih naik motor, lebih murah nan praktis naik motor, tak terbatasi jalur dan trayek, cukup beli BBM bersubsidi (yang turun harga lagi) dan terjelajahlah seantero kota. Mungkin bagi yang memilih naik mobil, ego dan gengsinya lebih tinggi. Lebih baik menumpuk kendaraan di jalan raya dan membuat macet daripada naik moda transportasi umum. Tak perlu juga berjalan kaki kalau naik motor atau mobil. Pantas saja penyakit degeneratif bagi warga Makassar meningkat pesat, penyakit kurang bergerak, minim berolahraga.

Saya miris melihat dan merasakan busway yang minim penumpang ini, konon kondisi demikian normal adanya. Lalu darimana biaya operasional perum DAMRI yang mengoperasikan bus Maminasata ini? Sampai kapan mau terus merugi? Saya khawatir bus Maminasata yang dioperasikan untuk memanjakan warga Makassar ini tak akan bertahan lama, kemudian euthanasia, dimatikan daripada terus merugi.

Mungkin harus ada inovasi pemerintah, mensosialisasikan busway ala Makassar ini dengan kreatif. Coba menggratiskan penumpang di waktu-waktu tertentu, atau memberikan doorprize bagi penumpang yang beruntung, atau promo-promo kreatif lainnya. Warga Makassar suka anugerah, anu gratis.

Ayo pakai transportasi umum, naik bus Trans Makassar. Aman, nyaman, dan pastinya murah meriah.

#AyoNaikBus

Saturday, December 19, 2015

Filosofi sepakbola gagal van Gaal

MU kalah (lagi)? Ambil lucunya, karena (mungkin) tak ada hikmahnya...
Kecuali tentang filosofi van Gaal yang (mungkin) gagal...

Malam ini MU kalah lagi, sakitnya karena kekalahan diderita oleh tim semenjana Norwich City, di kandang sendiri pula. Saya bisa bayangkan sakitnya fans United apalagu yang menonton langsung di Old Trafford, belum juga laga usai mereka berbondong-bondong keluar stadion, meninggalkan kursi penonton yang melompong.  Mungkin mereka sudah paham dan tahu betul, tak ada kejadian heboh lagi seperti final liga champions 99 saat MU membalikkan keadaan di menit-menit terakhir. Daripada tambah sakit, mending keluar.

Tak ada semangat di tim ini seperti era sebelumnya. Dulu, seluruh pemain yang berlaga tidak patah semangat memborbardir gawang lawan hingga peluit akhir berbunyi, apalagi dalam posisi ketinggalan, tidak ada cerita pemain leye-leye mengoper bola, apalagi salah umpan. Makanya banyak gol penting tercipta di masa injury time. Sekarang? Tidak semangat, kurang greget. Benar saja, tak ada "kejadian" penting lagi di masa injury time ini saat melawan NC. Supporter yang betah menunggu peluit akhir niscaya semakin meradang, pun kami fans yang hanya menonton di layar kaca.

Kalah dari Barcelona, atau Real Madrid, atau Bayern Munchen, atau AC Milan di kandangnya jauh lebih terhormat daripada kalah dari tim papan bawah di kandang sendiri.



Setelah ini babak baru dimulai lagi. Akan ada petisi memecat van Gaal. Dia sebagai pelatih yang paling bertanggung jawab. Mungkin tagar #vanGaalOut atau #vanGaalSacked akan jadi trend akhir tahun ini. Bukan tanpa sebab, torehan prestasi MU di enam laga terakhir sangat buruk. Enam main, tiga kali seri, tiga kali kalah. Sebelum tambah parah, fans garis keras United takkan tinggal diam. Konon dua laga lagi akhir kisah LVG di MU, kalau tak bisa menang apalagi kalah.

 

Daripada pusing dan sakit hati, mending kita ambil lucunya karena saya yakin kekalahan terakhir ini tak ada hikmahnya. Meme-meme dan gambar lucu kontan bertebaran di jagad maya, ini beberapa diantaranya.


Ternyata yang paling bertanggung jawab atas kekalahan MU bukan van Gaal, tapi Jeremy Teti. Sepasang golnya jadi biang kekalahan MU.


Ya iyyalah enak di jaman opa Fergie. Menang terus, jarang kalah. Eh, lima tahun lalu tepat kemarin (19 Desember) opa Fergie memecahkan rekor sir Matt Busby sebagai manajer paling setia di MU, 24 tahun 1 bulan 13 hari menukangi MU! Sayangnya, kekalahan hari ini merusaknya! Padahal sebelumnya SAF menaruh harapan besar pada LVG, seperti besar harapannya juga pada David Moyes. Ah sudahlah.

Setelah Mourinho dipecat Chelsea, waspada buat van Gaal. Filosofi sepakbola yang gagal dipraksiskan dalam sebuah kemenangan sangat fatal akibatnya. 


Wednesday, December 9, 2015

Emas-emasan Bung Karno dan Mungkin Kita yang Tertipu



Seumur-umur saya baru pegang emas batangan, entah asli atau palsu...

Dengan sedikit ragu, Bang Ikhlas (BI, seorang teman, sebut saja namanya begitu) memberitahu kalau dia punya emas batangan. Mungkin awalnya BI ragu memberitahukan ke saya perihal tersebut, khawatir saya mencibir tak percaya. Mungkin juga BI khawatir rahasianya tersebut saya bocorkan ke orang-orang, dan kelak jadilah BI korban perampokan. Ah, saya kesampingkan dulu keraguan-keraguan tersebut. Intinya, BI punya emas batangan. BI memberitahu saya, mungkin berharap saya punya second opinion akan diapakan emas tersebut. Kata BI, emas tersebut diberikan oleh mendiang ayahnya. Konon emas tersebut diperoleh dengan cara memberi "mahar" dengan jumlah uang tertentu, sekitar satu jutaan per batangnya yang mana dulu jumlahnya tak bisa dibilang sedikit. Entah diperoleh dari orang lain atau diperoleh dengan cara "gaib". Saya penasaran dan minta dibawakan emas tersebut, sekedar dilirik-lirik, kalau bisa diuji keasliannya.

Selain diperoleh dengan memaharkan, pesan terakhir ayah BI tentang emas batangan tersebut semakin mengusik batin dan logika kami. Pesan terakhir tersbut adalah agar BI tidak membelanjakannya. Logikanya kalau tidak untuk dibelanjakan, lalu emas ini mau diapakan? BI mulai tak sanggup menjaga pesan terakhir sang ayah, dan untuk mengetahui emas ini bisa dibelanjakan atau tidak mesti lewat uji kemurnian emas.

Emas batangan yang dimaksud hadir keesokan harinya, setengah kilogram emas batangan bercetak khusus. Konon itu hanya "sampel", yang artinya masih banyak emas batangan serupa yang BI simpan di rumahnya. Saya takjub, nyaris tak percaya. Kalau memang benar itu emas murni maka hari itu adalah kali pertama saya memegang emas batangan. BI bilang dirumahnya masih banyak emas batangan, kalau disatukan saya tak akan sanggup mengangkatnya, saking banyaknya!

Teksturnya halus, keras, dan berat. Sebagai orang awam tentang emas, saya tak berani berspekulasi itu emas asli atau palsu. Emas BI ini juga tak bersertifikat yang bisa menandakan keaslian emas tersebut. Saya lalu mencari tahu lewat om google cara membedakan emas asli atau palsu. Konon emas asli mudah membedakannya dengan kuningan.

Kuningan berbau amis jika digosokkan dengan tangan, beda dengan emas murni yang relatif tidak berbau. Emas batangan BI setelah tes gosok tidak berbau amis. Selanjutnya dengan cara menggores. Goreskanlah emas tersebut di kertas putih, emas murni tidak meninggalkan goresan, dan kuningan atau logam lainnya (sebagaimana uang koin) akan meninggalkan goresan hitam. Emas batangan BI setelah tes gores tidak meninggalkan goresan.

Tanda lainnya dengan cara menggigit. Gigit emas tersebut, kalau ada bekas gigitan berarti itu emas asli. Kemudian emas BI saya gigit dengan keras, dan gigi saya serasa mau rontok. Saya mulai ragu kalau emas BI bukan emas asli.

Kami pun berembuk, mau diapakan emas batangan ini. Keputusannya, potong emas tersebut bagian ujungnya dengan gergaji besi. Bagian ujungnya saja tersebut yang dibawa ke tukang emas atau pegadaian untuk di tes keasliannya. Sembari BI memotong emasnya, saya cari-cari di internet ikhwal emas batangan ini. Ada banyak versi mulai harta warisan revolusi Bung Karno hingga perolehannya dengan cara gaib.

Konon Bung Karno, Presiden pertama Republik ini punya harta cadangan berupa emas dan semacamnya. Beliau menyimpannya untuk dipergunakan kelak bagi kemakmuran rakyat negeri ini. Perihal tempat harta ini ada dua garis besar versi.

Pertama, harta ini beliau simpan di suatu tempat yang hanya satu orang saja yang mengetahuinya, semacam juru kunci. Untuk menjaga rahasia ini, orang kedua, ketiga, dan seterusnya yang mengetahui perihal lokasi harta ini akan mati. Tontonlah film "Kala" yang disutradai Joko Anwar untuk mengetahui cerita persisnya.

Kedua, harta ini beliau wariskan kepada "orang-orang pilihan". Harta ini baru boleh digunakan saat negeri ini jatuh perekonomiannya, sejatuh-jatuhnya. Makanya muncullah orang-orang yang mengaku mempunyai harta bung Karno ini. Ada di daerah Jawa, ada juga di daerah Sulawesi, dan wilayah nusantara lainnya. Kebanyakan orang-rang yang mengaku ini adalah mantan tentara. Mungkin ayah BI (yang seorang mantan tentara) adalah salah satunya, itu anggapan awal saya. Selain itu, pengakuan BI yang mempunyai emas batangan bercorak Bung Karno semakin menguatkan anggapan saya.

Selain terkait harta Bung Karno, konon emas batangan ini juga terkait alam gaib. Ada beberapa "pengakuan" kalau seseorang mendapatkan emas secara tiba-tiba, seolah-olah jatuh dari langit, atau dibawa dari alam mimpi. Pengakuan ini pernah terjadi di daerah Jeneponto Sulawesi Selatan oleh seseorang yang mengaku mendapatkan emas di malam Lailatul Qadar. Setelah dihitung, harta berupa emas batangan tersebut bernilai 35 Trilyun! Wowww!! Mungkin senilai bagi hasil PT Freeport bagi bangsa ini. Berita ini sempat heboh, namun entah bagaimana kabarnya sekarang ini.

Ada juga kisah di daerah Jawa yang mendapatkan sepeti emas batangan di tepi pantai oleh seseorang. Setelah di tes ternyata emas batangan tersebut hanyalah kuningan sari. Kemudian emas-emasan ini diamankan polisi, diduga adalah properti praktik perdukunan dengan modus penggandaan harta.

Emas batangan BI sudah terpotong bagian ujungnya. Warna bagian dalam tetap kuning emas, bukan logam lainnya. Namun teksturnya sangat keras, beda dengan emas yang sangat lembek. Saking keras dan tajamnya, potongan emas batangan ini bisa ditanjapkan di meja kayu.
  



Saya mbatin, seandainya ini emas murni mungkin BI sudah jadi orang kaya baru dan saya kecipratan persenannya. Minimal beberapa gram sudah BI siapkan untuk saya, lumayan. Tapi mimpi itu tidak jadi kenyataan. Yang saya sayangkan adalah almarhum ayah BI, mungkin beliau tertipu telah membeli (dengan jalan memaharkan) emas batangan palsu dari praktik perdukunan, entahlah. Ataukah sebenarnya ini emas asli, namun karena kami melanggar pesan almarhum ayah BI makanya berubah jadi kuningan, entahlah. Semoga emas-emasan ini bisa dimanfaatkan, tidak selamanya jadi harta karun tak jelas.

Emas-emasan Bung Karno, paccena mamo!