Makan disaat lapar, berhenti makan sebelum kenyang. Itulah diet alami ala Rasulullah SAW.
Ada tips sehat diet alami ala Rasulullah SAW yang bisa diterapkan dalam keseharian, makan sekali sehari. Pola makan Rasulullah itu adalah: Pagi makan 8 buah kurma dan sore makan roti dan lauknya. Selebihnya? Tidak makan berat, cuma mencicip sedikit saja.
Namun demikian, orang Indonesia menganut paham "Belum makan namanya kalau belum makan nasi". Saya termasuk penganut paham ini. Jadinya, setiap hari pasti ada nasi yang saya konsumsi. Rasanya ritual makan tidak akan sah jika tak ada nasi dalam daftar menu harian. Bahkan, nasi selalu saja lebih banyak porsinya dibanding lauk pauk yang jadi sumber protein dan lemak.
Tidak sepenuhnya salah, namun pandangan seperti ini --harus makan nasi-- sedikit keliru. Mestinya makanan pokok dikonsumsi secara seimbang, seimbang antara karbohidrat, protein, lemak, mineral dan vitamin. Kebanyakan konsumsi karbohidrat (yang terkandung dalam nasi) menyebabkan penumpukan gula dalam darah apabila tidak digunakan. Pekerja berat seperti kuli bangunan cocok makan porsi nasi yang banyak karena karbohidrat penghasil energi akan dibakar seiring aktivitas yang berat-berat tersebut. Apabila konsumsi karbohidrat berlebih oleh orang kantoran yang kebanyakan duduk tenang di depan komputer seperti saya, maka karbohidrat tersebut menjadi gula darah. Suatu saat pankreas tak dapat lagi mengolahnya menjadi tenaga, akhirnya menumpuk dan jadi penyakit seperti diabetes. Orang kantoran yang banyak mikir cocoknya mengkonsumsi banyak protein sebagai asupan yang bergizi bagi kerja sel saraf dan otak.
Namun demikian, pola hidup yang berubah-ubah menjadikan saya harus pandai beradaptasi dengan kondisi. Kadang saya bekerja keras, kadang harus bekerja cerdas, tak jarang harus keduanya, bekerja keras sekaligus cerdas. Asupan makanan harus seimbang agar penyakit tidak datang. Salah satu cara adaptasi yaitu menerapkan pola makan ini, harus disiplin "makan sekali sehari".
No comments:
Post a Comment